0

MODUL PRAKTIKUM Pemrograman Berorientasi Objek

Author Nur Siswanto    Category

MODUL I
PENGENALAN

Istilah OOP (Object Oriented Program) sudah cukup terkenal karena sejak tahun 1988 telah ada. Dasar pada bahasa berorientasi obyek adalah mengkombinasikan data dan fungsi untuk mengakses data menjadi sebuah kesatuan unit. Unit ini dikenal dengan nama obyek. OOP meliputi beberapa elemen yaitu :
- Encapsulation
Encapulation berarti menggabungkan struktur data dengan fungsi (tindakan atau metode) yang dipakai untuk memanipulasi data. Gabungan data dan fungsi untuk memanipulasi data itu disebt juga Class (kelas).
- Inherientence
Konsep Inherientence mungkin berasal dari ilmu Biologi. Inherientence adalah mekanisme penciptaan kelas baru yang mewarisi sifat atau karateristik kelas lain yang lebih sederhana. Jika kelas B mewarisi karakteristik kelas A, kita mengatakan bahwa B adalah kelas turunan (derived class) dan A adalah kelas dasar (base class). Jadi dengan inherientence anda dapat melakukan taksonomi. Taksonomi dilakukan untuk membangun hirarki kelas berdasarkan sifat yang diturunkan.
- Polymorphism
Polymorphism menunjuk pada fakta bahwa satu kegiatan bisa memiliki perilaku yang berbeda diobject yang berbeda. Polymorphism membantu dalam menyederhanakan syntaksis ( kata-kata ) untuk menjalankan kegiatan yang sama pada sekumpulan object atau hirarki kelas.

MODUL II
KONTRUKTOR DAN DESTRUKTOR


Konstruktor
Konstruktor adalah fungsi anggota yang mempunyai nama yang sama dengan nama kelas. Kegunaannya yaitu :
1. Mengalokasikan ruang bagi sebuah obyek
2. memberikan nilai awal terhadap anggota data suatu obyek
3. membentuk tugas-tugas umum lainnya

MODUL III
KELAS DAN OBYEK LANJUTAN


Jika sutu kelas dimasudkan untuk digunakan pada sejumlah program, akan lebih baik kalau kelas dideklarasikan pada file tersendiri dan begitu juga untuk definisi fungsi-fungsi anggotanya.

MODUL IV
OVERLOADING TERHADAP OPERATOR

Operator pada C++ yang dapat di-overloading sangat banyak. Tabel berikut menyatakan operator-operator yang tidak dapat di-overloading.

MODUL VI
POLIMORFISME

Polimorfisme, sesuai dengan asal-usul kata pembentuknya adalah mempunyai banyak bentuk. Polimorfisme mempunyai untuk menengani dua atau lebih bentuk obyek yang berlainan pada saat eksekusi berlangsung. Yang menjadi dasar polimorfisme adalah fungsi virtual. Suatu fungsi anggota dapat dijadikan sebagai funsi virtual jika
fungsi dideklarasikan kembali pada kelas turunan dan suatu pointer menunjuk kelas dasar yang diciptakan. Pointer dapat memilih obyek yang tepat sekiranya fungsi anggota tersebut dipanggil via pointer.

BAB VII
TEMPLATE FUNGSI, TEMPLATE KELAS DAN FRIEND SEBAGAI TEMAN


Template Fungsi dan Kelas

Template sering juga disebut sebagai “cetak biru”, berfungsi seperti menduplikasi sesuatu dengan cetakan. Template fungsi sangat bermanfaat untuk fungsi-fungsi yang menangani tugas yang sama dan berbeda hanya pada tipe data.

MODUL VIII
OPERASI FILE


Obyek dapat disimpan ke dalam file. Dengan cara merekam dan membacanya kembali. Obyek dapat direkam ke dalam file dengan menggunakan fungsi anggota write().

MODUL IX
SENARAI BERANTAI DAN POHON BINER

Senarai berantai (Linked List) merupakan contoh struktur data sederhana yang menggunakan pemakaian memori secara dinamis.

Selengkapnya bisa download file modulnya disini
Download Modul Pemrograman Berorientasi Objek
---

Post comment