0

Memulai Perubahan Hidup

Author Nur Siswanto    Category ,

Setiap orang selalu ingin meraih keberhasilan. Menikmati kedudukan yang tinggi, gaji lebih dari cukup, dihargai orang, bahkan sampai dikagumi banyak orang. Banyak orang mencapai keberhasilan tersebut dengan cara yang singkat tanpa pengorbanan yang berarti banyak juga yang berusaha tapi dengan usaha yang setengah-setengah. Tetapi juga kita dapati sekelompok kecil orang yang terus menerus mengadakan perbaikan diri, usaha dengan tekun untuk mencapai keberhasilannya. Walaupun modal kemampuan. dana dan kesempatan yang tidak banyak. Orang seperi inilah yang tidak banyak kita temui, oleh karena itu orang-orang seperti ini akan mempersedikit lawannya dalam persaingan. Sehingga seringkali dialah yang menjadi pemenang dalam persaingan. Sedangkan orang-orang yang tidak mau berkorban atau orang yang setengah-setengah dalam berusaha, maka mereka juga akan membuat lawan mereka sendiri. Tetapi disebabkan sebagian banyak orang kualitasnya seperti itu, maka ia akan memiliki banyak pesaing ditambah lagi ia harus bersaing melawan orang -orang yangmemiliki kualitas lebih baik. Oleh karena iui dapat dibuat garis merah bahwasanya orang-orang tekun meinperbaiki diri serta mau berkorban itulah orang yang memiliki kemungkinan besar untuk berhasil dalam hidupnya. Dalam hal ini Umat Islam telah memiliki pedoman yang jelas, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah. Oleh karena itu apabila kita telah mengetahui bahwa keberhasilan dapat diraih dengan usaha dan pengorbanan, maka kita juga harus tahu kapan saatnya kita memulai perubahan tersebut pada diri kita.

Banyak diantara kita yang menunggu ssaat yang tepat untuk mengadakan perubahan, mungkin ketika ulang tahu, tahun baru dan saat yang ia anggap penting lainnya. Seolah-olah ia meyakini bahwasanya dengan momen tertentu tersebut maka akan ada dorongan yang kuat untuk memulai perubahan tersebut. Ada pemahaman bahwasanya motivasi diri berasal dari orang lain atau lingkungannya. Apabila tidak ada orang lain atau lingkungan tidak mengkondisikan maka tidak perlu mengadakan perubahan. Sesungguhnya motivasi lebih kuat dan lebih tahan lama apabila muncul dan dimunculkan oleh diri sendiri. Sehingga menunggu orang lain atau kondisi yang mendukung, tapi diri kita sendiri yang mendorong dan menciptakan kondisi yang mendukung. Kita tahu walaupun ada sebagian orang yang malas untuk berkembang sehingga kemalasan kita seolah-olah tak membahayakan diri kita. Akan tetapi sebagian orang juga ada yang selalu mengembangkan kemampuan dirinya, sedikit demi sedikit, terus menerus, sehingga mereka itu menjadi orang yang ahli dibidangnya. Orang-orang inilah yang nantinya akan mengalahkan kita apabila kita juga tidak segera memulai perubahan. Semakin mundur satu hari saja mereka akan merebut kesempatan yang kita miliki untuk meraih keberhasilan. Oleh karena itu, waktu untuk memulai berubahan itu dapat kita lakukan saat ini juga.

Namun seringkali diantara kita melihat ketika seseorang memulai langkah perubahan, membuat target, menentukan jadual kegiatan yang terjadi adalah perilaku seperti itu hanya terjadi sementara. Setelah waktu berjalan maka akan kembali tak teratur seperti sebelumnya. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan yang drastis atau juga bisa kurang adanya motivasi dan ancaman. Sebab yang pertama yaitu perubahan drastis, akan mengakibtkan orang tersebut mengeluarkan energi yang sangat banyak untuk perubahan tersebut, sehingga ia akan mengalami kelelahan dalam waktu yang singkat. Misalnya si A tidak pernah membuat jadual kegiatan harian, tiba-tiba karena ingin merubah dirinya, ia membuat jadual kegiatannya setiap jamnya. Sehingga ia merasa tertekan, berat melaksanakan, akhirnya ia meninggalkan lagi kegiatan yang sudah ia rencanakan. Sebab yang kedua karena rendahnya dorongan untuk berhasil dan ancaman yang kecil. Dorongan yang lemah akan keberhasilan hal itu disebabkan karena tidak adanya target atau lemahnya target dalam hidup sedangkan yang dimaksud lemahnya ancaman akibat buruk yang akan diterima. Misalnya kalau tidak berhasil akan menganggur atau tidak dapat menghidupi keluarga. Akibat buruk itulah yang seringkali medorong seseorang untuk berbuat. Semakin gambaran tentang akibat buruk lemah, maka dorongan untuk berbuat juga lemah. Inilah mengapa sebagian tokoh besar muncul dari orang-orang yang miskin. Misalnya Honda, Henry Ford.

Diambil dari Profesional Attitude Oleh : Dedi Ardiansyah
---

Post comment